Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Artikel

Pentingnya Bermain Bersama Anak

image


Bermain Bagi Anak dan Orang Tua Selama PPKM

Di tengah PPKM darurat dan pandemi covid di Indonesia yang belum berujung, tidak hanya kesehatan fisik yang terdampak. Kesehatan mental juga terpengaruh secara negatif. PPKM mengharuskan kita semua untuk melakukan aktivitas harian, dari bekerja ke sekolah, dari rumah. Semua ini untuk kebaikan diri sendiri, orang yang kita kasihi, dan kebaikan negara. Tapi harus diakui bahwa dengan PPKM, kesehatan mental sangat terpengaruh dan tak ada outlet untuk mengeluarkan rasa penat, khawatir, takut, dan emosi negatif lainnya. Biasanya, kita bisa melakukan aktivitas rekreasi seperti traveling atau jalan-jalan di mall untuk refreshing. Dengan batasan PPKM, tidak ada opsi tersebut. Padahal, kesehatan mental yang solid turut menjaga kesehatan fisik.
 
Ditambah pula, ada banyak emosi negatif yang muncul sebagai akibat langsung dari covid. Orang dewasa memiliki banyak tanggung jawab selama PPKM. Mulai dari memikirkan pendapatan, menjaga agar setiap orang dalam rumah tangga mengikuti prosedur kesehatan dan menjaga agar persediaan penunjang seperti masker tetap tersedia, hingga memonitor anak-anak yang sekolah dari rumah atau butuh perhatian. Kita juga menghadapi tingkat stress yang tinggi saat mengikuti berita terbaru tentang pandemi, mendengar kabar tentang teman atau kenalan yang terpapar covid, atau menghadapi situasi di mana orang terdekat terkena covid. Beban mengurus orang dekat yang sakit juga mempengaruhi kesehatan mental.
 
Di situasi ini, bermain bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan rekreasi dan self-care. Tentunya, kita harus bermain dengan anak-anak di rumah tangga kita. Bermain adalah kebutuhan dan hak anak. Selain itu, bermain dengan anak akan membangun hubungan yang lebih erat antara anak dan orang dewasa. Bermain juga bermanfaat bagi kesehatan orang dewasa.
Jadi bila kita termasuk beruntung dan sehat hingga sekarang, mari kita bersyukur lalu menjaga kesehatan mental kita dan anak dengan bermain.
 
 

Manfaat dan Ajakan Bermain Bersama Anak Selama PPKM

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bermain memiliki banyak manfaat bagi anak. Pertama, bermain membuat anak merasakan emosi yang positif. Kedua, anak-anak, terutama mereka dalam rentang usia muda, mungkin belum fasih berkomunikasi atau mengekspresikan perasaan mereka. Di saat PPKM, mungkin anak-anak Anda merasa cemas, bingung, dan memiliki pertanyaan serta kekhawatiran tentang pandemi. Waktu bermain bersama dapat menjadi saat yang tepat bagi anak dan orang tua untuk berdiskusi tentang covid. Bersama, anak dan orang tua dapat membangun langkah-langkah untuk menghadapi pandemi, one day at a time. Hubungan antara anak dan orang tua pun menjadi lebih erat.
 
Jangan lupa manfaat bermain bagi orang tua. Orang dewasa yang terbiasa bermain, baik sendiri maupun bersama anak, tidak kehilangan sisi playful atau sisi asyik dan ceria mereka. Orang dewasa yang bermain cenderung lebih mudah memiliki mindset yang positif. Di saat pandemi, perspektif yang positif adalah hal yang penting untuk dimiliki. 
 
Anak pun merasa lebih nyaman dan senang bersama orang dewasa yang playful. Lebih mudah bagi anak untuk menuruti orang dewasa yang playful, walaupun tidak ada rasa takut diomeli.
 
Jadi apa saja tips bermain bersama anak?
Sesuaikan kegiatan dengan usia anak. Mungkin Anda bisa mulai dengan permainan favorit anak.
Bersiaplah kotor. Tips ini penting bagi orang dewasa yang jarang bermain. Biarlah menjadi anak kecil lagi sekali-sekali. Tidak apa kadang-kadang ada area yang menjadi “jorok” atau tidak rapi.
Buat aturan dan batasan sederhana yang jelas dari awal, seperti total waktu bermain dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Ikut serta bermain, tidak hanya memberi instruksi.
Bila terjadi sesuatu di luar rencana, seperti ada yang pecah atau rusak, jangan panik. Jangan marah. Fleksibel saja. Perbaiki apa yang bisa diubah. Beralih dari apa yang tidak bisa dikontrol. Hal ini akan mengajar anak untuk tidak panik dan menyadari bahwa dalam hidup, ada hal yang tidak bisa dikontrol – and it’s okay :)
Nikmati waktu bermain bersama, karena anak akan semakin menikmati permainan bila Anda juga turut menikmati.
 
---
 
Bagi orang dewasa, terutama di situasi PPKM, siapkanlah waktu bermain sendiri. Jangan merasa malu bermain karena sudah dewasa. Bermain adalah kegiatan produktif. Melepas stress dan emosi negatif yang meningkat karena pandemi menjaga kesehatan mental. Kesehatan mental yang kuat membantu kesehatan fisik. Kesehatan adalah aset terpenting yang kita miliki di saat seperti ini.
 
Jadwalkan waktu 30 menit setiap hari untuk bermain video game, membaca buku, bermain musik, menulis cerpen (jangan pedulikan bagus tidaknya), melukis, atau membuat prakarya. Cobalah untuk tidak sering mengecek media social atau berita di smartphone. Selain menguras waktu, terlalu update berita cenderung menambah rasa stress dan cemas.
 
Jangan takut memblok waktu khusus untuk diri sendiri. Orang dewasa pun membutuhkan waktu refreshing yang terpisah dari anak-anak. Kita pasti ingin berada dalam mood terbaik saat berurusan dengan anak dan orang terdekat. Menyisihkan waktu untuk rekreasi sendiri membangun mood yang positif. Jadi jangan ragu membangun boundaries atau batas dan aturan saat menikmati waktu bermain sendiri.
 
Kami harap artikel ini meyakinkan Anda tentang pentingnya bermain selama PPKM. Berikutnya, CAE dan Play Therapy Indonesia akan menyediakan tips bermain selama stay at home bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa.