Prinsip-prinsip Penerapan Terapi Bermain bagi Anak Autis

Terdapat beberapa hal prinsip yang harus dipahami terapis sebelum menerapkan terapi bermain bagi anak-anak autistik, yaitu:
1. Terapis harus belajar “bahasa” yang diekspresikan kliennya agar dapat lebih membantu. Karena itu metode yang disarankan adalah terapi yang berpusat pada klien.
2. Harus disadari bahwa terapi pada populasi ini prosesnya lama dan sangat sulit sehingga membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi. Apa yang kita latihkan bagi anak normal dalam waktu beberapa jam mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun pada anak autistik. Kondisi ini kadang membuat terapis bosan dan putus asa.

Continue reading

Permasalahan yang terjadi dalam menghadapi anak autis

Problematika yang timbul dalam menghadapi anak autis dapat ditinjau dari berbagai faktor, yaitu :

a. Faktor Penyandang (Autisme)
1. Autisme disebabkan oleh adanya gangguan neurobiologis dan kimiawi di dalam susunan saraf pusat yang terjadi pada anak berusia dibawah 3 tahun. Karena itu terapinya menjadi sangat sulit.
2. Ada / tidak adanya penyakit fisik atau psikis lain yang menyertainya
3. Gangguan interaksi sosial
4. Gangguan komunikasi
5. Tingkah laku, minat dan aktifitasnya terbatas, berulang dan stereotipik.
Continue reading

Perilaku anak autis

Autisme merupakan gangguan yang dialami sekitar sepuluh di antara sepuluh ribu anak. Banyak anak-anak dengan autisme mengalami kesulitan-kesulitan lain; beberapa di antaranya terbelakang sekali. Tetapi, sebagian anak dengan autisme memiliki kecerdasan normal. Ada sesuatu berkaitan dengan cara mereka memahami orang lain yang membuat mereka sangat berbeda dari kita yang normal.
Continue reading

Penyebab dan Gejala Autisme

Penyebab Autisme – Penyebab yang pasti dari autisme tidak diketahui, yang pasti hal ini bukan disebabkan oleh pola asuh yang salah. Penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.

Continue reading

Penanganan Bagi Anak Autis

Tujuan dari penanganan pada penyandang autisme adalah:
a. Membangun komunikasi dua arah yang aktif,
b. Mampu melakukan sosialisasi ke dalam lingkungan yang umum dan bukan hanya dalam lingkungan keluarga,
c. Menghilangkan dan meminimalkan perilaku tidak wajar,
d. Mengajarkan materi akademik, serta
e. Meningkatkan kemampuan Bantu diri atau bina diri dan keterampilan lain.

Continue reading

Pendekatan Teoritis Terapi Bermain Pada Penyandang Autisme

Sebagian besar teknik terapi bermain yang dilaporkan dalam literatur menggunakan basis pendekatan psikodinamika atau sudut pandang analitis. Hal ini sangat menarik karena pendekatan ini secara tradisional dianggap membutuhkan komunikasi verbal yang tinggi, sementara populasi autistik tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Namun terdapat juga beberapa hasil penelitian yang menunjukkan penggunaan terapi bermain pada penyandang autisme dengan berdasar pada pendekatan perilakuan (Landreth, 2001).

Continue reading

KARAKTERISTIK PERILAKU AUTISME

A. Kriteria Autisme :
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. Minimal harus ada 2 gejala dari gejala di bawah:
a. tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai: kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak-gerik yang kurang terarah,
b. tak bisa bermain dengan teman sebaya,
c. tak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain,
d. kurangnya hubungan emosional dan sosial yang timbal balik.
Continue reading

Bagaimana Kita Memandang Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia?

“To the world I may be a special needs child. But to one special person I may be the world.”

Istilah Anak Berkebutuhan Khusus (Children with Special Needs) semakin populer akhir-akhir ini di Indonesia. Rasanya sudah tidak asing bagi kita mendengar bahkan berhadapan langsung anak dengan autisma, anak-anak hiperaktif, anak dengan cerebral palsy, anak dengan gangguan belajar spesifik, hingga anak down syndrome.
Continue reading

Sesuaikan Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhan Khusus — Setiap anak lahir dengan karakter dan keunikannya. Maka dari itu, layanan pendidikan yang harus diberikan kepada anak-anak juga harus ditentukan dengan kemampuan dan minatnya. Terlebih jika anak-anak itu termasuk dalam kelompok anak berkebutuhan khusus.

Continue reading

Mengajar anak berkebutuhan khusus, Mengajar dengan Hati

Sebuah Cerita dari Seorang Guru Preschool

Mengajar anak berkebutuhan khusus bukan perkara mudah. Perlu ada pengetahuan dan keterampilan khusus untuk menangani mereka, di samping pentingnya kerja sama dengan orang tua sang anak. Namun, satu hal yang patut dimiliki guru untuk mampu membantu tumbuh kembang dan pendidikan anak berkebutuhan khusus adalah hati yang mengasihi!

Continue reading