Parenting Talk “Bagaimana Memahami Kebutuhan Emosi Anak” (Children’s Core Needs)

Parenting-Talk 23 Februari  2013 copy

International Workshop of CAE

International Workshop of CAE - June 17 - 28

Laporan Seminar Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Peserta Seminar Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Laporan Kegiatan

Seminar “Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah”

Jakarta, 16 Februari 2013

 

Puji syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas diselenggarakannya Seminar “Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah” oleh College of Allied Educators (CAE) bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Provinsi DKI Jakarta pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 lalu, bertempat di Gedung Menara Kuningan Unit F2, Jakarta.

 

Tujuan acara ini diadakan untuk membangun pemahaman setiap guru BK dan pimpinan sekolah akan pentingnya peran dan fungsi Konselor sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.  Dengan demikian diharapkan satuan pendidikan atau sekolah mau mengupayakan peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.  Selain itu guru BK perlu diperlengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kepekaan, empati, dan toleransi keberagaman (diversity) siswa didik di sekolah.  Untuk mencapai tujuan itu kami menghimpun semua pihak untuk turut mendukung peningkatan kompetensi  dan jumlah guru BK di sekolah-sekolah agar dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang optimal kepada siswa didik.

 

Format acara dimulai dengan kata sambutan oleh staff Tendik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bapak Dr. Sunarno, M.Si.  Dilanjutkan dengan materi seminar:

  1.  Empowerment Bimbingan dan Konseling Kurikulum 2013 oleh Ibu Naniek K. Darmawan (Ketua MGBK Provinsi DKI Jakarta)
  2. Essence of School Counselling oleh Mr. Richard Lim
  3. Managing Colors By Emphaty

 

Acara ini dihadiri oleh 49 orang dari sekolah negeri dan swasta yang adalah kepala sekolah dan guru BK, serta Ibu Murningsih sebagai perwakilan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Di dalam suasana yang santai dan semangat setiap peserta belajar dari setiap materi yang diberikan.  Semoga seminar yang diadakan ini dapat mengoptimalkan peran dan kompetensi guru BK dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

 

Terima kasih kami ucapkan kepada Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan dan rekomendasi  untuk acara ini dan Kepala Bidang Tendik Provinsi DKI Jakarta yang telah membantu dalam acara.

Parenting Talks – Bertumbuh Bersama Anak Kita

seminar 2 maret copy

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak perlu dibangun sejak dini karena baik bagi kesehatan mental, emosi, dan pembentukan kepribadian anak. Bagaimana caranya membangun komunikasi yang baik dan membina hubungan dengan anak?

Datang dan hadiri sesi parenting talk
Hari       : Sabtu, 2 Maret 2013
Waktu   : 14.00-16.00
Tempat : Gedung Menara Kuningan Unit F2 (Sebelah Plaza 89)
Jl. HR Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Jakarta Selatan
Pembicara: Ivan dan Alice Arianto (Konselor Keluarga dan Pernikahan)
Dapatkan pemahaman dan tips parenting bertumbuh bersama anak anda.

Untuk pendaftaran hubungi: 0817-6028863 atau 021-30015795/6.

Seminar Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Brosur Seminar-16Feb13

UNDANGAN SEMINAR “ESENSI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH”

 

Kepada Yth

Bapak/Ibu Kepala sekolah dan guru BK/Konselor sekolah SMP, SMA dan SMK

Di tempat

 

Dengan hormat,

Dengan ini, kami dari College of Allied Educators bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, bermaksud mengadakan seminar “Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah” sebagai berikut:

Hari           :  Sabtu, 16 Februari 2013

Jam           :  11.00-15.00

Tempat     :  Gedung Menara Kuningan Unit F2

Jl. HR. Rasuna Said Blok X-7 Kav 5, Jakarta Selatan

Biaya         :  Rp. 200.000/peserta (discount khusus untuk PNS)

Rp. 500.000/3 peserta

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan membangun pemahaman setiap guru BK dan pimpinan sekolah akan pentingnya peran dan fungsi Konselor sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.  Dengan demikian diharapkan satuan pendidikan atau sekolah mau mengupayakan peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.  Selain itu guru BK perlu diperlengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kepekaan, empati, dan toleransi keberagaman (diversity) siswa didik di sekolah.  Untuk mencapai tujuan itu kami menghimpun semua pihak untuk turut mendukung peningkatan kompetensi  dan jumlah guru BK di sekolah-sekolah agar dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang optimal kepada siswa didik.

Besar harapan kami, Bapak/Ibu dapat turut menghadiri acara tersebut.  Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,

 

Yudi Hartanto

College of Allied Educators

 

 

SEMINAR

“ESENSI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH”

 

Jakarta, 16 Februari 2013

 

PENDAHULUAN

Sesuai peran dan fungsinya, layanan bimbingan konseling di sekolah diberikan oleh guru Bimbingan Konseling, atau biasa disebut guru BK, sebagai layanan kepada peserta didik yang bertujuan mengarahkan anak didik agar mampu mengenali diri sendiri, mengembangkan potensi dirinya, dan mengatasi permasalahan yang dihadapi sehingga mereka dapat mandiri dalam mengambil keputusan dan menjadi pibadi yang bertanggung jawab. Dengan demikian diharapkan guru BK berperan mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Standar ini dibuat agar guru BK betul-betul memiliki kemampuan dalam memberikan layanan yang maksimal kepada peserta didik di sekolah. Sayangnya, kenyataan di lapangan berbeda dengan harapan yang ditumpukkan di pundak guru-guru BK tersebut.

Pada banyak sekolah dari pelbagai jenis, jenjang, dan satuan pendidikan, guru BK dinilai kurang berperan aktif dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu di sekolah. Boleh jadi ini disebabkan faktor masih minimnya kompetensi guru BK dalam hal penguasaan teori, teknik, dan metode konseling, hingga rendahnya pemahaman tentang esensi bimbingan dan konseling di tiap jenis, jenjang, dan satuan pendidikan.

Dari hasil penelitian tentang Uji Kompetensi Guru SMA dan SMK di DKI Jakarta tahun 2005 yang tidak dipublikasikan, kerja sama Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, data menunjukkan kompetensi guru Bimbingan & Konseling (Konselor sekolah) menempati posisi paling rendah di antara guru-guru lain (guru mata pelajaran) di sekolah. Adapun rumpun kompetensi yang diujikan mencakup: (1) penguasaan konselor terhadap konsep/materi, kurikulum, metode dan evaluasi bimbingan; (2) kemampuan dalam menyelenggarakan dan mengelola pelaksanaan bantuan atau bimbingan kepada peserta didik, (3) pengembangan potensi diri; (4) sikap dan kepribadian.

Dari 385 responden guru BK di Jakarta, hanya 11 % (dua persen) guru BK yang memiliki keseluruhan rumpun kompetensi baik dan sangat baik. Sedangkan sisanya, 89 % guru BK  memiliki kompetensi sedang hingga sangat kurang. Artinya, hampir semua Konselor sekolah di DKI Jakarta tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk mendukung terwujudnya pendidikan bermutu!

Jumlah guru BK di sekolah juga menjadi persoalan serius yang menyebabkan tidak maksimalnya peran guru BK dalam mendukung siswa didik mengikuti kegiatan belajar yang bermanfaat bagi pengembangan dirinya. Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) mengakui dunia pendidikan Indonesia kekurangan Konselor sekolah. Saat ini jumlah guru BK di Indonesia sekitar 33.000 orang. Padahal untuk melayani siswa didik pada sekolah tingkat menengah pertama dan menengah atas yang berjumlah sekitar 18,8 juta siswa, dibutuhkan setidaknya 125.572 guru BK. Perbandingan idealnya, setiap 150 siswa terdapat satu guru BK mendampingi. Tapi saat ini satu Konselor sekolah harus melayani lebih dari 500 siswa! Hal ini tentu saja membuat peran dan fungsi guru BK menjadi tidak maksimal mencapai tujuan yang diharapkan.

Tentu saja atas persoalan-persoalan ini, baik secara kompetensi maupun jumlah guru BK yang ada, perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak agar peran dan fungsi Konselor sekolah menjadi efektif guna mendukung terwujudnya pendidikan bermutu di setiap satuan pendidikan. Oleh sebab itu, College of Allied Educators Indonesia didukung oleh Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta, bermaksud mengadakan kegiatan “Seminar Sehari: Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah”

 

TUJUAN SEMINAR

  1. Membangun pemahaman setiap guru BK dan pimpinan sekolah akan pentingnya peran dan fungsi Konselor sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian diharapkan satuan pendidikan atau sekolah mau mengupayakan peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.
  2. Memperlengkapi guru BK dengan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kepekaan, empati, dan toleransi keberagaman (diversity) siswa didik di sekolah.
  3. Menghimpun semua pihak untuk turut mendukung peningkatan kompetensi dan jumlah guru BK di sekolah-sekolah agar dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konseling yang optimal kepada siswa didik.

 

TEMA

“Membangun Pemahaman Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah”
 

PESERTA SEMINAR:

Seminar ini ditujukan kepada para guru BK dan kepala sekolah SMP, SMA dan SMK negeri dan swasta yang ada di DKI Jakarta.


WAKTU DAN TEMPAT

Hari, tanggal : Sabtu, 16 Februari 2013

P u k u l : 11.00 – 15.00

T e m p a t : Gedung Menara Kuningan Unit F2, Jln. HR Rasuna Said Blok X-7 Kav. 5, Jakarta Selatan

 

TOPIK & PEMBICARA:

  • “Menguasai Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah” oleh: Ibu Naniek K. Darmawan (Ketua MGBK DKI Jakarta, Advisor MGBK Nasional, dan Konselor Sekolah)
  • “Pentingnya Kepekaan, Empati, dan Toleransi Keberagaman di Sekolah” oleh: Ibu Viera Adella (Konselor Sekolah, Psikolog Klinis Anak dan Dewasa)
  • “Essence of School Counselling by Mr. Richard Lim (Director the Relational Singapore, Psychotherapist)

AGENDA SEMINAR (tentative)

10.30 – 11.00 : Registrasi Peserta & Snack Pagi

11.00 – 11.15 : Pembukaan dan sambutan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta

11.15 – 12.30: “Menguasai Esensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah”

Oleh Ibu Naniek K. Darmawan (Ketua MGBK DKI Jakarta, Advisor MGBK Nasional)

12.30 – 13.00 : “Essence of School Counselling by Mr. Richard Lim (Director the Relational Singapore, Psychotherapist)

13.00 – 13.30: Makan Siang

13.30 – 14.45 : “Pentingnya Kepekaan, Empati, dan Toleransi Keberagaman di Sekolah”

Oleh Ibu Viera Adella (Konselor Sekolah, Psikolog Klinis Anak dan Dewasa)

14.45 – 15.00 : Tanya jawab

15.00 – 15.05:  Penutup

Pembagian Sertifikat

 

 

Seminar Program Pendidikan dan Pelatihan

Seminar Program Pendidikan & Pelatihan

Apa itu Guru Pendamping atau Shadow Teacher?

Apa itu Guru Pendamping atau Shadow Teacher?

Guru Pendamping atau sering dikenal dengan istilah shadow teacher, adalah seorang pendamping di bidang pendidikan pra-sekolah (pendidikan usia dini) dan sekolah dasar yang bekerja secara langsung dengan seorang anak berkebutuhan khusus selama masa tahun-tahun pra-sekolah dan sekolah dasar. Salah satu dari kriteria utama seorang Guru Pendamping (shadow teacher) adalah memahami karakteristik dan keanekaragaman dari anak-anak dengan kondisi kekhususan dan bagaimana menanganinya dengan baik dan benar.

Menyediakan seorang Guru Pendamping yang berkualitas dan berkompeten sangat membantu anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti kelas dengan maksimal ketika perhatian penuh dan fokus diperlukan bagi seorang anak untuk menerima dan memproses informasi yang disampaikan ketika kegiatan belajar dan mengajar sedang berlangsung di dalam kelas. Para Guru Pendamping sudah seharusnya memiliki pendidikan dan pelatihan secara berkesinambungan agar dapat membantu siswanya berinteraksi dengan siswa lainnya, serta membantu siswa tersebut dengan pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas sekolahnya. Guru Pendamping seharusnya dapat mengendailkan dan mampu mengantisipasi perilaku yang tidak diinginkan dari anak berkebutuhan khusus di dalam kelas.

Pelayanan seorang guru pendamping sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan kualitas belajar anak di kelas secara keseluruhan. Tentu saja dibutuhkan keterampilan khusus untuk dapat menjadi guru pendamping. Dengan keterampilan tersebut, seorang guru pendamping dapat membantu menangani kondisi kekhususan yang seringkali menjadi gangguan pada kegiatan belajar anak. Seorang guru pendamping diharapkan mampu membantu anak dalam banyak hal, seperti konsentrasi (focus), komunikasi, partisipasi dalam kelas, sosilisasi, bersopan santun dan mengendalikan perilakunya.

Walaupun wali atau guru kelasnya mampu melayani dan mengajar dengan baik dengan tujuan dan arah yang jelas, namun tetap mereka tidak memiliki keterampilan dan pelatihan khusus seperti yang dimiliki oleh seorang Guru Pendamping. Seorang Guru Pendamping harus mampu memudahkan penyampaian pelajaran-pelajaran di kelas kepada anak berkebutuhan khusus dengan tujuan untuk memaksimalkan pemahaman sang anak.

Melihat pentingnya peran guru pendamping bagi tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, baik di tingkat pendidikan usia dini hingga sekolah dasar, College of Allied Educators Indonesia menyelenggarakan program pendidikan pelatihan bagi individu yang memiliki gairah dan semangat menjadi seorang guru pendamping (shadow teacher).

 

MATERI/MODUL PELATIHAN

Materi/modul wajib yang akan dipelajari erat terkait dengan keterampilan di bidang:

·      Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (First Aid, CPR & Universal Precautions)

  • Pemahaman Tumbuh Kembang Anak (Child Developmental)
  • Pemahaman terhadap Anak Berkebutuhan Khusus & Pendidikan Inklusif (model setting pendidikan bagi ABK)
  • Metode Belajar & Mengajar Mata Pelajaran Dasar seperti Membaca, Menulis, Berhitung, Mengeja, Memahami (literacy, numerasi, and adaptive daily living skills).

Serta Materi/modul pilihan di bidang:

  • Memahami Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini (PDD-NOS & MSDD)
  • Memahami Kondisi Kekhususan Anak Pada Usia Sekolah (Gangguan Spektrum Autistik, Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktifitas, Gangguan Belajar Spesifik, Gangguan Keterbelakangan Mental & Sindroma Down, Cerebral Palsy)

 

TIM PENGAJAR:

Materi/modul pelatihan akan diberikan oleh tim pengajar dari multidisiplin ilmu yang terdiri dari pakar psikologi anak dan perkembangan, ahli pendidikan kebutuhan khusus, ahli keguruan, dan instruktur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia. Kepala tim pengajar dikoordinasikan oleh Adi D. Adinugroho-Horstman, Ph.D (ahli pedagogi klinis anak dan konsultan pendidikan umum, khusus, dan inklusif di Indonesia).

 

 MANFAAT & KOMPETENSI

Setiap peserta yang mengikuti dan lulus program pelatihan shadow teacher ini akan mendapat pengakuan kompetensi dan kelayakan dengan memperoleh:

  1. Sertifikat resmi dari College of Allied Educators Indonesia, yang dapat meneguhkan status guru pendamping (shadow teacher) untuk dapat diaplikasikan dalam penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
  2. Kartu Identitas resmi dari Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai penanda yang bersangkutan layak dan mampu menerapkan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan dan beberapa tindakan darurat medis lainnya.
  3. Sertifikasi kompetensi ini dapat dimanfaatkan untuk meneruskan pendidikan guru pada jenjang lanjutan diploma-1 hingga kesarjanaan (diploma 4).

 

WAKTU:

Jadwal Pelatihan angkatan pertama akan dimulai pada: 10 November 2012. Kelas selanjutnya akan berlangsung setiap Sabtu, pukul 09.30 – 14.30 (total 60 jam dengan praktikum).

PERSYARATAN PESERTA

Minimal lulusan SMA/SMK atau setingkatnya

Wajib mengikuti Wawancara

 

INFO & PENDAFTARAN:

Sekretariat College of Allied Educators Indonesia

Menara Kuningan Unit F2

Jl. HR. Rasuna Said, Blok X-7, Kav. 5

Kuningan—Jakarta 12940

Tel.: (62) 21 3001 5796; 3300 6177

Fax: (62) 21 3001 5795

Life will never be the same

Counselling Ethics

Pelatihan Intensif Tata Laksana Prilaku

College of Allied Educators Indonesia kembali mengadakan Pelatihan Intensif Tata Laksana Prilaku (ABA)& Sensori Integrasi utk Orang Tua, Guru, dan Penggiat Tumbuh Kembang & Pendidikan ABK

Materi Pelatihan:

  • Apakah itu metode intervensi Tata Laksana Prilaku (ABA?
  • Bagaimana menerapkan metode Tata Laksana Prilaku (ABA) di kelas dan di rumah?
  • Bagaimana Menyusun Rencana Program Pembelajaran Individu (IEP) untuk Metode Tata Laksana Prilaku?
  • Memahami anak dengan Gangguan Sensori Integrasi
  • Sensori Integrasi Teori & Praktek untuk Orang Tua & Guru

 

Waktu:
10 – 13 Oktober (4 hari)
Pukul: 9.30 – 15.30 WIB

Fasilitator:
1) Marjuki Rozano, S.Pd, M.Si, Orthopedagog, ABA Senior Therapist, Consultant Sekolah Cahya Anakku, Dosen College of Allied Educators Indonesia.
2) Vonny Susanty, M.Psi, A.Md OT (candidate), Child Clinical Psychologist, Occupational Therapist, Clinical Director of CMC (Check My Child)

Tempat:
College of Allied Educators
Menara Kuningan Unit F2
HR Rasuna Said, blok X-7, kav.5, Kuningan, Jakarta
www.cae-indonesia.com

Info & Pendaftaran:
Lydia: 021-33006177
Dominika: 021-70959038
Very: 021-30015796