Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Testimoni

  • image

    "Saya Wahyu. Dahulu sampai sekarang saya senang bercerita (mendongeng) untuk anak-anak, tidak sedikit orang memanggil saya dengan kak Wahyu. Saya berjumpa dengan anak yang spesial atau disebut Anak Berkebutuhan Khusus ketika saya bekerja di Unicef, tahun 2005 lalu di program Psikososial di Propinsi ACEH. Saya tersentuh melihat kondisi anak yang berkebutuhan khusus ini. Di pikiran saya menggelayut angan "andai saja aku bisa membantu mereka...". Singkat cerita setelah saya menyelesaikan studi S2 di Unair-Surabaya tahun 2011 bergelar Magister Sains Psikologi, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar suatu saat nanti saya bisa mempelajari ilmu tentang cara mengajar Anak Berkebutuhan Khusus. Permohonan saya terjawab ketika saya hijrah ke Jakarta bersama istri tercinta. Jauh setelah saya tinggal di Jakarta beberapa tahun, tepatnya di tahun 2016 saya mendapatkan training yang diadakan oleh CAE tentang ABA (Applied Behaviour Analysis) dari Bapak Raymond Marcel Semaun yang berpengalaman di bidang autism. Beliau seorang Aplied Behaviour Analysis Consultant ADOS/ADI-R Certified. Materi tentang ABA sekaligus cara melakukan observasi saya peroleh dari Pak Marcel. Melalui training ini saya banyak belajar tentang autism spectrum disorder berikut dengan ujiannya, dan kemampuan melakukan observasi di lapangan juga dinilai. Akhirnya saya pun bersyukur karena sudah menyelesaikan training ABA. Sehingga saya bisa membantu secara langsung Anak Berkebutuhan Khusus dengan bergabung di Klinik PEACE. Saat ini anak-anak yang saya tangani cukup banyak. Saya harus melakukan terapi ABA sebanyak 6 jam setiap harinya dengan berbagai macam hambatan, seperti anak tak bisa diam, sulit fokus, sulit berkomunikasi, tak mau mendengar instruksi, dan lainnya. Terkadang saya diperbantukan untuk melakukan observasi terhadap anak, baik di rumah maupun di sekolah untuk mengetahui sejauh mana perilaku anak dalam kehidupannya sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat kepada anak. Sungguh anugerah yang tiada hingga, saya peroleh dari Tuhan Yang Maha Esa. Melalui ilmu ABA ini, saya semakin yakin untuk dapat memberikan manfaat kepada setiap orang terutama membantu anak-anak berkebutuhan khusus melalui Terapi ABA. Salam! Email: deniawan_wahyu@yahoo.com Youtube: Kak Wahyu Dongeng Inspiratioindoplus"

  • image

    "Setelah melaksanakan pendidikan play therapy saya merasa lebih mantap dan profesional dalam membantu anak-anak yang mengalami gangguan emosi, gangguan sosial, hiperaktif dan gangguan pengendalian diri. Selama pendidikan dan praktik klinis, saya merasa supervisor sangat efektif dalam melaksanakan fungsinya, sehingga keyakinan diri saya menjadi lebih kuat untuk melaksanakan play terapy . Saya juga merasakan adanya pengaruh pendidikan play therapy ini terhadap penguatan kecakapan-kecakapan saya sebagai staf pengajar dan juga sebagai konselor. Tampaknya pendekatan integratif dan holistik yang dilakukan dalam play terapi ini sangat efektif. Saya juga merasakan manfaat yang sangat besar karena kesempatan untuk melakukan riset praktis dalam play therapy terbuka lebar. Terimakasih."

  • image

    "Sebagai guru sekolah regular, kami belajar banyak sekali di CAE. Mengapa saya katakan banyak sekali?Karena kami guru-guru di sekolah regular jarang sekali atau bahkan tidak pernah ada bimbingan atau pelatihan tentang anak ABK. Di CAE, kami mendapat penjelasan dari awal tentang anak ABK, mulai dari pengertian dan ciri-ciri, lalu bagaimana mengobservasi serta membuat assessment dan membuat program untuk pembelajaran individu sehingga paling tidak kami bisa memberikan pertolongan pertama pada anak ABK di sekolah regular yang notabene dianggap sekolah anak-anak "normal" tapi kenyataannya banyak sekali anak-anak yang memerlukan pendidikan dan penanganan khusus. Di sekolah, saya mulai memilah-milah anak berdasarkan pengetahuan yang saya terima dari CAE, bahwa tidak semua anak itu sama dan bisa diperlakukan sama karena memang kehidupan kita pun inklusi yang tiap pribadi berbeda. Oleh karenanya, saya mulai mengobservasi anak-anak saya sehingga saya bisa tahu cara belajar yang dominan pada anak didik saya. Apakah termasuk anak-anak kategori visual Learner, audiotory learner, atau kinestetik learner.Saya juga mulai menangani anak-anak yang lambat belajar dengan metode-metode yang diajarkan di CAE. Misalnya anak tidak paham perkalian 3 digit, saya buatkan alat bantu visual dengan gambar urutan mengerjakan perkalian 3 digit. Saya juga mendekati dan berusaha memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang mengalami perkembangan lebih lambat dibandingkan dengan anak lainnya di kelas saya"

  • image

    "Play therapy is a very meaningful experience for me. From play therapy I can find and explore myself more. Not only that but I can help children with emotional problems, social skills problem and also behavioural problem. I had a deeper understanding about the child and can get more into them. I really recommend play therapy not only for the child but also for us as an adult."

  • image

    "Banyak hal yang saya dapat dari pelatihan ini (pelatihan kompetensi pendidik) khususnya tentang pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Modul-modulnya sangat praktika, seperti:perkembangan anak, pemahaman tentang berbagai macam hambatan perkembangan, cara mendeteksi hambatan, cara mengatasi hambatan. Lalu ada juga cara membuat rancangan pembelajaran individu anak didik. Dan belajar juga pemahaman tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi. Selain ilmu yg didapat, di dalam kelas banyak contoh kasus yang diberikan dosen menambah wawasan yang bisa diterapkan bila anak murid mengalami kasus yg sama"

  • image

    "Selain sebagai ibu dengan satu anak berkebutuhan khusus (ADHD), sehari-hari saya juga bekerja di Yayasan Aspirasi Muslimah Indonesia. Mengikuti PTKP2I adalah inisiatif dari diri pribadi. Alhamdulilah, saya akhirnya mendapatkan beasiswa dari YIPABK untuk belajar PTKP2I untuk SD di CAE. Di Yayasan saya bekerja di divisi manajemen mutu. Tugas saya adalah melihat pengelolaan bagaimanaprosedur-prosedur di unit-unit sekolah harus dijalankan, salah satunya untuk program pendidikan anak berkebutuhan khusus. Setelah belajar PTKP2I, saya baru tahu ternyata ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus, lalu dari tiap jenis punya ciri-ciri sendiri lagi. Masing-masing gejala atau gangguan tumbuh kembang mempunyai penanganan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya."

« 1 2 3 4 »