Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Testimoni

Testimonial

  • image

    "Saya Villien, saya memiliki ABK. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar dan membantu anak saya. Saya juga seorang dokter gigi, dan kebetulan saya juga mendapat pasien ABK. Saya berpikir kenapa tidak saya belajar untuk saya bisa terapkan, tidak cuma untuk membantu anak saya sendiri, tapi juga kepada pasien2 saya juga. Kebetulan hari ini saya mendapat materi tentang perkembangan anak; perkembangan kognitif, teori psikososial, psikoseksual, perkembangan moral anak, yang sebenarnya saya sendiri tidak pernah tau. Jadi ini benar2 membantu saya, memberikan info yang banyak kpd saya. Baru saya mengerti kalau ternyata hal yg sepele, sejak anak lahir smpai dewasa, semua perkembangannya itu ternyata berpengaruh, berdampak besar dalam membentuk perilaku anak. Akhirnya kesalahan2 yang sudah terjadi selama masa perkembangan itu, akan mengarahkan anak pada keadaan2 yang tidak baik. Melalui teori2 ini saya juga mengetahui tentang cara belajar anak, bagaimana karakter2 anak. Dan saya berharap bisa memanfaatkannya dalam kehidupan saya dan pekerjaan saya."

  • image

    "Play Therapy is a course that really stands in the gap of our society. "Therapy" may sound scary or even put you off. But do not let that stand in the way of you gaining invaluable insights to yourself and how the basic things in life can be so powerful if only we know how to use it. Perhaps you snigger at the thought of gaining insights to your own life. However, to be a blessing, we must first be able to face our lives squarely. It is a train the trainer program that has a soul, and not just a bag of tricks. Play Therapy is not an "alternative medicine". It is soundly grounded in practice with great results that their statistics can prove. As a curriculum writer and teachers trainer in early childhood field, this program possesses the right principles to make it work."

  • image

    "Untuk saya sebagai parent dengan anak special needs, kelas ABA ini membantu untuk lebih sabar dan lebih mau melihat kebutuhan anak, membuat target yang sesuai kemampuan anak, bagaimana mengajarkan ketrampilan dengan prompt yang tepat sasaran, dan lebih aware terhadap perilaku anak. Bisa dibilang targetnya jadi lebih terarah. Kalau dulu seperti tidak tahu harus mulai dari mana. Cuma karena hanya meng handle anak sendiri, ilmunya masih kurang. Masih banyak PR. Lalu jadi lebih paham dengan terapis2 bahwa mereka juga bisa jenuh, biasanya kalau di tempat terapi anaknya sudah mulai menangis, saya minta untuk jeda/ berhenti sejenak. Agar terapis dan anaknya tidak stress."

  • image

    "Melalui pelatihan ABA saya dapat lebih memahami kondisi anak-anak dengan autisme yang unik dan berbeda-beda bagi setiap individunya. Ilmu tersebut dapat saya aplikasikan dalam pekerjaan saya dengan anak-anak special needs. Saya jadi mengerti pentingnya menggunakan positive reinforcement ketika bekerja dengan anak-anak special needs dan juga pentingnya menyesuaikan terapi dengan kebutuhan setiap anak."

  • image

    "Sekarang ini saya bekerja sebagai guru untuk para pengungsi yang berasal dari negara-negara yang mengalami konflik dan peperangan. Mengikuti Cognitive Behavioral Therapy Workshop membantu saya untuk memahami bahwa 'self awareness' atau kesadaran terhadap diri sendiri adalah langkah awal untuk kesehatan mental. Disini kita belajar untuk mengenali pikiran-pikiran kita yang tidak "sehat" dan berpotensi "destructive" atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain dan juga bagaimana cara mengatasinya. Pengetahuan ini sangat berguna bagi saya yang bekerja dengan populasi yang rawan akan stress, depresi, dan rasa cemas. Workshop ini akan bermanfaat untuk para profesional yang bekerja di bidang kesehatan mental, guru, orang tua, dan siapa saja yang ingin memahami dirinya sendiri."

  • image

    "Dari pelatihan ini saya banyak belajar mengenai autism. Paradigma saya mengenai autism banyak berubah, bahwa mereka juga sama seperti anak lainnya. Memang mereka special, tapi kita juga tetap menganggap bahwa mereka juga anak-anak kita juga, loh, yang kebetulan butuh perlakuan special. Saya juga banyak belajar tentang observasinya. Observasi itu sangat-sangat penting dalam penerapan ABA untuk menentukan bahwa sebenarnya anak ini butuh apa, sih? Dan ketika kita tahu apa yang dibutuhkan anak, kita bisa memberikan treatment yang tepat. Hal ini juga banyak membantu saya dalam pekerjaan saya sebagai terapis di Mentari Anakku, khususnya dalam delivery materinya. Program yang dibuat harus sesuai dengan anak, sehingga anak progres nya bagus dan memang sesuai dengan kebutuhannya dan usia perkembangannya."

« 1 2 3 4 5 6 7 »