Digital vs Real Play: Mengapa Anak Membutuhkan Play Therapy di Era Gadget
Di zaman sekarang, banyak anak yang terlihat "bermain" namun hanya melalui layar ponsel atau game online. Meskipun anak terlihat asyik, para ahli menekankan bahwa stimulasi digital sangat berbeda dengan stimulasi nyata. Untuk menjaga kesehatan mental dan fokus anak, orang tua perlu memahami pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata, di mana play therapy sering kali hadir sebagai mediator penyembuhan.
Memahami Hubungan Antara Bermain dan Prestasi Akademik: Mengapa Play Therapy Adalah Investasi Masa Depan
Banyak orang tua merasa cemas ketika anak mereka menunjukkan kesulitan belajar atau masalah perilaku di sekolah. Seringkali, solusi yang diambil adalah menambah jam les akademik. Namun, menurut perspektif psikologi, prestasi akademik hanyalah "atap" dari sebuah bangunan. Jika fondasinya tidak kuat, setinggi apa pun ambisi akademik yang dipaksakan, bangunan tersebut akan rapuh. Di sinilah peran play therapy menjadi sangat krusial sebagai metode untuk memperkuat fondasi tumbuh kembang anak.
Mengenal Proses Play Therapy: Kekuatan di Balik "Non-Directive Play
"Banyak yang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruang play therapy? Berbeda dengan konseling dewasa yang menggunakan sofa dan percakapan verbal, ruang play therapy dipenuhi dengan puluhan hingga ratusan mainan, mulai dari pasir, boneka, alat lukis, hingga minifigures.
Mengapa Play Therapy Menjadi Solusi Efektif untuk Masalah Emosi dan Perilaku Anak?
Bagi orang awam, melihat sesi play therapy mungkin tampak seperti "cuma main doang". Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat proses terapeutik mendalam yang membantu mengatasi masalah emosi dan perilaku anak secara signifikan. Play therapy atau terapi bermain adalah pendekatan yang dirancang khusus karena anak-anak, terutama yang berusia di bawah 10 tahun, sangat membutuhkan pengalaman langsung secara sensori motorik untuk meregulasi emosi mereka.
Terapi Biomedis Fungsional: Pendekatan Komprehensif Menyentuh Akar Masalah Anak Berkebutuhan Khusus
Dalam penanganan anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), pendekatan yang umum digunakan adalah terapi perilaku, terapi okupasi, terapi wicara, hingga intervensi pendidikan khusus. Meskipun sangat penting, pendekatan-pendekatan tersebut cenderung berfokus pada gejala luar yang tampak. Namun, bagaimana jika gejala-gejala itu sebenarnya berakar dari ketidakseimbangan biologis dalam tubuh anak? Inilah dasar pemikiran dari Terapi Biomedis Fungsional, pendekatan medis yang holistik dan berbasis ilmiah, sebagaimana dijelaskan secara mendalam oleh dr. Lavinia Suryadi, M. Biomed, CHt. dalam bukunya "Terapi Biomedis Fungsional untuk Autisme."
BERMAIN mengawali Generasi Emas Indonesia yang Sehat, Cerdas dan Berkarakter
Lima belas tahun yang lalu, ketika Ibu Alice Arianto mengetahui dan mempelajari ilmu yang baru, mengenai bermain dengan anak melalui “Play therapy” atau terapi bermain. Beliau mulai berani bermimpi untuk anak-anak di Indonesia agar bisa mengalami pertumbuhan yang sehat dan optimal melalui bermain. Beliau bertemu dengan Monika Jephcott dan Jeff Thomas dari Play Therapy United Kingdom (PTUK) dan Academy of Play and Child Psychotherapy (APAC) yang adalah founder dan CEO APAC, PTUK, dan PTI. Beliau menyampaikan keinginan agar bisa membawa “Play therapy” untuk membantu anak dan remaja di Indonesia, yang juga merupakan visi beliau untuk bisa membantu anak-anak di belahan manapun di dunia ini. Itulah awal dari perjalanan ini.
PLAY THERAPY ASIA CONFERENCE 2024
Tema: “Deeply Connected Through Play” 25-27 Oktober 2024 Swiss-BelResort, Pecatu, Bali, Indonesia
Dampak Kekerasan di Sekolah, Anak Jadi Korban
Setiap anak yang mengalami kekerasan di sekolah mengakibatkan dampak yang serius secara fisik dan psikis. Anak bisa terluka, tidak mau sekolah, menurun performa akademiknya, mengalami kecemasan, depresi, bahkan pikiran dan tindakan bunuh diri. Kesehatan mental anak mengalami masalah yang serius.
Pengalaman Kai Oliver dalam Play Therapy: Menemukan Kebahagiaan dan Ketenteraman
"Pengalaman saya mengikuti Play Therapy sangat menyenangkan, karena saya diizinkan untuk melakukan hal-hal yang saya inginkan di dalam ruangan. Sebelum mengikuti Play Therapy, saya tidak bisa mengekspresikan diri saya, terutama ketika saya marah. Saya tidak bisa mengatakan apa yang saya rasakan kepada orang tua saya. Terkadang saya hanya mengurung diri di kamar. Tapi setelah menjalani terapi, saya merasa lebih baik dan lebih bahagia. Oh ya, saya juga ingat, sebelumnya saya tidak bisa fokus dalam waktu yang lama, sekarang saya bisa. Menurut saya, Play Therapy itu penting untuk anak-anak karena dapat membantu mereka lebih tenang, lebih percaya diri, fokus, dan menjadi diri mereka sendiri."