Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Artikel

Bermain Selama Masa PPKM

image


Membangun Rutinitas Play dengan Anak Berusia 5-8 Tahun

Orang tua yang sibuk mengelola tanggung jawab work from home dan rumah tangga selama PPKM mungkin menghadapi kesulitan saat berinteraksi dengan anak-anak yang masih kecil, terutama karena anak-anak harus belajar dan beraktivitas dari rumah. Anak-anak berusia 5-8 tahun memiliki tingkat energi yang tinggi. Selain itu, anak-anak dengan rentang usia ini memiliki sifat berikut:
 
1. Attention span (kemampuan fokus atau konsentrasi) yang masih pendek
2. Belum mampu membayangkan perasaan dan pikiran orang lain secara jelas
3. Fokus pada sekarang, belum memikirkan dampak atau konsekuensi di masa depan
 
Sebelum pandemi, anak-anak berusia 5-8 tahun lebih mudah ditangani karena di rentang usia ini mereka mulai menghabiskan banyak waktu di sekolah. Selain itu, anak juga mulai berinteraksi dengan anak seusianya di kelas dan membangun pertemanan. 
 
Karena kewajiban study from home, saat-saat yang seharusnya digunakan anak untuk mengisi waktu secara produktif dan membangun social skills harus diisi di rumah. Situasi ini bisa melelahkan bagi orang tua maupun anak. Orang tua capek dengan tanggung jawab lain dan tidak berpengalaman untuk menggantikan peran guru dan teman. Sementara anak sulit diurus karena mereka belum mengerti kesusahan situasi pandemi.
 
Periode PPKM ini bisa digunakan untuk memulai rutinitias play together antara anak dan orang tua. Bermain bersama akan (a) membangun hubungan yang lebih erat dan komunikatif antara anak dan orang tua, (b) menciptakan lingkungan yang positif dan secure bagi anak mengekspresikan perasaan serta pendapatnya, dan (c) mengelola boundaries bagi orang tua, di mana anak dapat mulai memisahkan saat yang tepat untuk mengambil waktu orang tua dan kapan orang tua tidak bisa diganggu. Karena itu, orang tua dapat mengatur saat yang tepat untuk melakukan sesi bermain dengan anak. Jam berapa dan berapa kali dalam seminggu. Tetapkan jadwal secara jelas supaya anak mulai mengerti boundaries atau batas sejak dini.
 
Bagi anak-anak dengan rentang usia 5-8 tahun, ada berbagai permainan yang bisa dimainkan bersama. Idealnya, kalian menggunakan permainan yang melibatkan Anda dan anak. Bukan hanya anak yang bermain dan Anda mengawasi. Contohnya:
 
- Arts & crafts: mulai dari origami, membuat papier mache, melukis, bermain dengan liat atau Play Doh
- Bermain dengan action figure
- Menyelesaikan puzzle bersama
- Membuat cerita lalu melakukan dramatisasi
- Main tebak-tebakan
- Bermain olahraga, sesimpel saling melempar bola
- Menggambar atau mewarnai bersama
- Permainan seperti catur atau board game
 
Anda bisa menggunakan waktu bermain dengan anak sekaligus mulai mengajari mereka hal-hal penting seperti self-expression dan decision making secara simpel. Berikut adalah tips yang dapat diterapkan bersama anak, terutama mereka yang berusia 5-8 tahun:
 
(Anda bisa mempraktikkan tipsnya secara bertahap. Jangan merasa terbebani untuk menyempurnakan semuanya sekaligus. Ini juga sesi belajar dan bermain bagi Anda, bukan hanya anak. Dalam bermain, jangan beri tekanan bagi diri sendiri. Yang penting adalah untuk have fun!)
 
Jadikan play time atau waktu bermain dengan anak suatu rutinitas agar anak merasa secure dengan adanya konsistensi serta memiliki outlet reguler untuk mengekspresi diri. Tentu saja, orang tua tidak selalu memiliki jadwal yang ideal. Terutama selama pandemi, meeting di Zoom dapat terjadi kapan saja. Hal ini manusiawi, tetapi usahakan untuk berkomunikasi dengan anak secepat mungkin bila jadwal harus berubah dan tawarkan jam pengganti [Melakukan hal ini mengajarkan tak hanya disiplin dan pentingnya membangun rutin, tapi juga komunikasi dan penyelesaian masalah].
 
Setiap kali bermain dengan anak, mulailah dengan mengecek kesehatan emosi mereka. Caranya simpel. Tanyakan kepada anak: “Bagaimana perasaanmu hari ini?” Lalu dengarkan jawaban mereka. Bila mereka malu atau belum mampu menjawab dengan jelas, cobalah meminta mereka untuk menggambar emosi mereka melalui ekspresi wajah di gambar. Sedang tersenyumkah? Atau cemberut? Atau datar saja? [Membangun kosakata emosi anak dan mengajar mereka untuk menyadari serta mengekspresikan perasaan mereka].
 
Biarkan anak memilih permainan yang mereka inginkan [Mengajar anak untuk mengekspresi diri dan mulai membuat keputusan sendiri].
 
Bila anak tidak tahu permainan apa yang ingin dicoba, tawarkan beberapa opsi tapi tetap biarkan mereka yang membuat keputusan.
 
Sebelum bermain, ingatkan anak untuk mencuci tangan bersama. Kegiatan simpel ini dapat digunakan untuk mengajar anak bahwa mencuci tangan membersihkan mereka dari virus dan kuman. Hal ini sangat penting terutama di tengah pandemi covid. Jangan lupa untuk menutup setiap sesi bermain dengan mencuci tangan lagi [Membangun kebiasaan positif melalui rutinitas sejak dini].
 
Bagi anak-anak berusia 5-8 tahun, mungkin pengertian mereka terhadap pandemi, covid, serta semua protokol kesehatan yang wajib dilakukan masih sulit dimengerti. Anda bisa membuka waktu cuci tangan menjadi waktu bagi anak bertanya tentang pandemi.
 
Ingatkan anak secara jelas berapa lama kalian akan bermain bersama. Ketika waktu akan berakhir, ingatkan anak dengan jelas namun lembut agar anak tidak kecewa atau berusaha mengulur waktu. Anda bisa berkata: “Kita akan bermain setengah jam ya. Jadi dari jam 3 sampai setengah 4 sore. Nanti 5 menit sebelum selesai aku ingatkan lagi.” Lalu di jam 3:25, katakan: “Sekarang jam 3:25. Artinya 5 menit lagi kita selesai bermain, OK?” [Mengajar anak bahwa orang di sekitarnya juga memiliki tanggung jawab dan untuk mulai memikirkan orang lain].
 
Bila ada batasan atau hal yang tidak boleh dilakukan anak, tetapkan sejak awal dan sebisa mungkin bukan di tengah permainan.
 
Bila terjadi sesuatu di luar rencana seperti kerusakan barang, jangan panik atau kesal. Perbaiki apa yang bisa diubah dan jangan risaukan apa yang tidak bisa dikontrol [Mengajar anak bahwa dalam hidup, banyak kejadian yang terjadi di luar rencana dan bagaimana cara produktif untuk menghadapinya].
 
Selama bermain, dengarkan perasaan dan observasi anak. Beri pendapat dan saran Anda secara santai. Jangan gunakan nada yang otoriter [Hal ini menguatkan hubungan Anda dengan anak].
 
Ikut serta bermain dengan anak, tidak hanya menonton atau mengawasi. 
 
Biarkan waktu bermain menjadi saat yang rileks dan tanpa tekanan bagi anak dan juga bagi Anda. Tidak ada benar atau salah dalam bermain. Enjoy and trust the process.
 
Tutup sesi bermain dengan menanyakan kembali perasaan anak dan mengucapkan terima kasih sudah bermain bersama. Setelah selesai, orang tua dan anak tetap beraktivitas di rumah.
 
Yang paling penting, nikmati waktu bermain dengan anak. Waktu ini tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk Anda. Bermain juga penting bagi orang dewasa merasakan emosi yang positif, melepas stress, dan membangun inner child yang sehat. Anak yang melihat Anda happy akan semakin senang bermain dengan Anda.