Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Artikel

Play Therapy Asia Conference 2019

image


CAE Indonesia bekerjasama dengan PTBI, APAC, PTI, menyelenggarakan Play Therapy Asia Conference (PTAC) 2019, 21-29 September 2019 di Four Point Hotel, Ungasan, Bali.

Sentuhan (touch) adalah hal yang penting untuk anak bertumbuh dengan sehat.  Namun di sisi yang lain, kata sentuhan mempunyai konotasi yang buruk karena banyak kasus pelecehan seksual kepada anak.  Janet A. Courtney, PhD memberikan paparannya yang bertajuk "Keep in Touch:  Its ethical and Clinical Use in Practice" di Play Therapy Asia Conference 2019 di Bali, 21 September 2019 yang diselenggarakan oleh  Perkumpulan Terapi Bermain Indonesia (PTBI) bekerjasama dengan Play Therapy International (PTI) dan the Academy of Play and Child Psyhotherapy (APAC), UK.
 
Kata "touch" berasal dari kata Perancis kuno.  Ashley Montagu, yang dikenal sebagai "Father of Modern Touch Inquiry".  Beliau menyarankan "Kata operatif dari 'touch' adalah perasaan"  Kata  "touch" sangat berkaitan dengan emosi.  Tahukah Anda bahwa kulit di ujung-ujung jari mempunyai 16.000 "touch sensors" yang berkomunikasi dengan otak lebih dari semua bagian lain tubuh kita.  Kulit kita dapat menerima stimulasi rasa sakit, suhu, tekanan, getaran dan sentuhan.
 
Sentuhan yang lembut menurut riset berhubungan dengan emosi dan berperan penting untuk kedekatan dan ikatan.  Pelukan yang hangat dapat membantu kita merasa lebih baik.  Riset mengungkapkan bahwa sentuhan yang dilakukan karena peduli meransang produksi hormon yang menenangkan, yaitu Oxytocin dan pada saat bersamaan menurunkan hormon Cortisol yang menyebabkan stress.  Anak yang menerima sentuhan yang hangat mengalami perasaan aman, nyaman dan percaya diri di dalam tubuh mereka.
 
Touch is reciprocal (Weber distinguished, 1991, p. 24).  "I can see but not be seen, and hear without being heard, but I cannot touch without being touched"
 
Sebagai terapis yang menangani anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
-  Sentuhan dilakukan untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan anak sebagai individu dan bukan kebutuhan terapis
-  Terapis menyadari berbagai macam jenis sentuhan yang bisa terjadi dalam sesi dengan anak
-  Menggunakan "consent form" untuk memberitahukan dan meminta persetujuan dari orangtua/wali bila sentuhan termasuk bagian dalam terapi yang dilakukan
-  Terapis menyadari aturan yang berlaku mengenai sentuhan yang legal dan pantas
-  Tidak menggelitik anak
-  Terapis menilai kondisi anak yang membutuhkan bantuan profesional lebih lanjut bila anak menunjukkan problem dalam hal sentuhan dan mereferensi kepada terapis okupasi
 
Bila Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai intervensi Terapi Bermain (Play Therapy) untuk membantu anak dengan masalah emosi, mental, sosial dan perilaku, silakan lihat link:  www.terapibermain.id dan www.playtherapy.id atau hubungi email:  yudiptindo@gmail.com