Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Artikel

Peran Pendidikan Anak Usia Dini

image


Pentingnya memperhatikan perkembangan kemampuan regulasi anak sebagai penentu keberhasilan seorang anak menapaki tahapan kehidupan

Semenarik apapun materi belajar dirancang oleh guru atau para pendidik lainnya bagi anak didik, bila self-regulation atau kemampuan anak menata emosi yang mempengaruhi perilakunya tidak diajarkan, anak tetap akan kesulitan mengikuti proses belajar dan mencapai target pembelajaran yang diharapkan. 
 
Kemampuan anak dalam meregulasi diri menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh pendidik, tidak hanya kepada anak dengan disabilitas atau berkekhususan, tapi terhadap semua anak didik agar siap mengikuti pembelajaran (learning readiness) di manapun. 
 
Self-regulation diajarkan dan dimulai dari lingkungan terdekat, rumah dan kemudian sekolah. 
 
Kemampuan regulasi diri erat kaitannya dengan executive function (fungsi eksekutif), yaitu sistem manajemen otak manusia dalam menentukan tujuan, cara mencapai tujuan tersebut, dan beradaptasi dengan langkah-langkah yang ada.   
 
Fungsi eksekutif manusia terdiri dari komponen-komponen kemampuan (executive function skills) yang berkembang sangat baik di usia dini (golden age) di mana prosesnya dapat dipelajari. Kemampuan fungsi eksekutif ini melibatkan kognisi (involving thinking) dan perilaku (involving doing). Kemampuan ini dapat dipelajari oleh anak dari lingkungannya ataupun melalui proses belajar di rumah dan di sekolah.  
 
Nah, inilah mengapa peran pendidikan anak usia dini menjadi penting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang seorang anak dalam menapaki tahapan-tahapan kehidupannya. Oleh sebab itu, para pendidik – guru dan orangtua – anak usia dini penting memperhatikan perkembangan kemampuan regulasi anak.