"Banyak yang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruang play therapy? Berbeda dengan konseling dewasa yang menggunakan sofa dan percakapan verbal, ruang play therapy dipenuhi dengan puluhan hingga ratusan mainan, mulai dari pasir, boneka, alat lukis, hingga minifigures.
Prinsip Non-Directive Play Salah satu keunikan dari pendekatan play therapy (terutama yang berafiliasi dengan Play Therapy UK) adalah sifatnya yang non-directive atau tidak mengarahkan. Terapis mengikuti alur yang diinginkan anak (following the child), baik itu bermain pasir, membuat prakarya, atau sekadar makan biskuit bersama.
Kekuatan utama dari metode ini adalah tidak adanya ekspektasi atau tuntutan agar anak berubah secara instan, yang justru memberikan ruang bagi anak untuk sembuh dengan caranya sendiri.
Pentingnya Konsistensi dan ""Attunement"" Rasa aman dalam play therapy dibangun melalui konsistensi yang sangat mikro.
Hal ini mencakup:
• Waktu dan Durasi: Sesi dilakukan pada hari dan jam yang sama secara terus-menerus.
• Lingkungan yang Stabil: Letak mainan di dalam ruangan sebisa mungkin tidak berubah untuk memberikan sense of security pada anak.
• Matching Energy (Attunement): Terapis dilatih untuk menyelaraskan energi dan ritme mereka dengan anak. Jika anak bergerak lambat karena sedih, terapis akan ikut bergerak lambat; jika anak memukul pasir dengan kuat, terapis akan merasakan intensitas energi tersebut.
Hasil yang Nyata Meskipun prosesnya tampak lembut (gentle), hasil dari play therapy sangat dahsyat. Testimoni dari orang tua menunjukkan bahwa anak-anak yang sebelumnya tertutup, sulit fokus, atau tidak berani berbicara di sekolah, menjadi lebih ceria, percaya diri, dan mampu mengekspresikan perasaan mereka dengan baik setelah menjalani rangkaian sesi. Play therapy membuktikan bahwa bermain adalah metode penyembuhan diri yang paling alami bagi anak-anak.
Analogi untuk Memahami Play Therapy: Bayangkan emosi anak seperti sebuah bendungan yang tersumbat oleh sampah (trauma atau emosi negatif). Alih-alih membongkar bendungan tersebut secara paksa dengan alat berat (instruksi verbal yang keras), play therapy bekerja seperti aliran air tenang yang perlahan-lahan menghanyutkan sampah tersebut satu per satu, hingga akhirnya air bisa mengalir lancar kembali secara alami.