Gedung e-Building Jl. Suryopranoto No.2 Ruko Harmoni Plaza Blok I No.1-4 Jakarta Pusat
  • 021 - 632 3399
  • info@cae-indonesia.com
  • Masuk

Artikel

Memahami Hubungan Antara Bermain dan Prestasi Akademik: Mengapa Play Therapy Adalah Investasi Masa Depan

image


Banyak orang tua merasa cemas ketika anak mereka menunjukkan kesulitan belajar atau masalah perilaku di sekolah. Seringkali, solusi yang diambil adalah menambah jam les akademik. Namun, menurut perspektif psikologi, prestasi akademik hanyalah "atap" dari sebuah bangunan. Jika fondasinya tidak kuat, setinggi apa pun ambisi akademik yang dipaksakan, bangunan tersebut akan rapuh. Di sinilah peran play therapy menjadi sangat krusial sebagai metode untuk memperkuat fondasi tumbuh kembang anak.

Analogi Rumah: Akademik di Atas, Sensori di Bawah Dalam proses tumbuh kembang, pencapaian akademik berada di tingkat paling atas.
Agar seorang anak mampu mencapai titik tersebut, mereka harus memiliki kematangan pada aspek-aspek dasar di bawahnya, yaitu kognitif, emosi, dan sensori. Jika fondasi ini solid, anak akan memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap sistem pembelajaran di sekolah, serta mampu menyelesaikan tantangan secara bertahap sesuai usianya. Play therapy bekerja langsung pada area fondasi ini, memastikan anak memiliki kesiapan mental dan fisik sebelum menghadapi beban pelajaran yang lebih berat.
 
Kekuatan Permainan Tradisional dalam Menstimulasi Otak Menariknya, stimulasi ini tidak harus selalu rumit. Permainan sederhana yang sering kita temui sehari-hari ternyata memiliki dampak terapeutik yang besar. Sebagai contoh:
• Permainan Congklak: Berdasarkan penelitian, bermain congklak secara rutin terbukti efektif meningkatkan daya ingat anak.
• Permainan Bekel: Permainan ini melatih koordinasi mata dan tangan, keseimbangan, konsentrasi, serta kemampuan motorik halus anak.
 
Peran Profesional dalam Play Therapy Meskipun bermain di rumah sangat penting, ada kalanya anak membutuhkan bantuan profesional melalui play therapy.
Hal ini terutama jika anak menunjukkan gangguan atensi, kemandirian, atau perilaku yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Terapis profesional akan menggunakan pendekatan bermain yang bertujuan (playing for fun but with purpose) untuk memperbaiki gangguan di "area bawah" tadi, sehingga dampak positifnya akan terlihat pada prestasi akademik mereka di "area atas".